jurnalbogor.com— Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (MUKAB) IX Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor yang dijadwalkan berlangsung pada 2 September 2026 di Harris Hotel, suhu kontestasi pemilihan Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2026-2031 semakin memanas.
Sejumlah tim pemenangan kandidat mulai melakukan berbagai strategi untuk meraih dukungan. Lobi-lobi politik pun disebut mulai mengemuka menjelang pelaksanaan MUKAB IX.
Salah seorang peserta MUKAB yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat mendapat sejumlah tawaran, termasuk janji posisi dalam kepengurusan KADIN apabila memberikan dukungan kepada kandidat tertentu.
Menurutnya, tawaran semacam itu merupakan bagian dari dinamika politik dalam sebuah kontestasi organisasi.
“Itu sah-sah saja dilakukan untuk menarik simpati dan dukungan. Semuanya merupakan bagian dari konstelasi dan teknis bagaimana caranya untuk menang,” ujarnya.
Ia menilai seluruh kandidat memiliki kesempatan yang sama dalam kontestasi MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor. Berbagai strategi pun dinilai menjadi bagian dari upaya masing-masing kandidat untuk memenangkan pemilihan.
Namun, kondisi tersebut tidak menjadi fokus utama Tim Pemenangan Ridwan Rusliadi, SE, MH.
Ketua Tim Pemenangan Ridwan Rusliadi, Juju Junaedi, mengatakan dinamika yang terjadi menjelang MUKAB merupakan sesuatu yang wajar dalam proses demokrasi organisasi, selama tetap berada dalam koridor aturan dan norma yang berlaku.
“Menurut saya, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh semua calon kandidat maupun masing-masing tim pemenangan. Itu bagian dari demokrasi, asalkan tidak melanggar aturan dan norma-norma dalam berorganisasi,” kata Juju.
Juju menegaskan, dirinya bersama tim pemenangan Ridwan Rusliadi tidak memprioritaskan persoalan jabatan maupun posisi dalam kepengurusan apabila kandidat yang mereka dukung nantinya terpilih.
Menurutnya, fokus utama tim saat ini hanya memenangkan Ridwan Rusliadi dalam kontestasi pemilihan Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2026-2031.
“Bagi saya dan Tim Pemenangan Ridwan Rusliadi, belum terpikirkan untuk hal-hal seperti itu, apalagi jabatan-jabatan tertentu. Bagi kami, itu tidak terlalu penting. Fokus kami sekarang hanya satu, bagaimana calon yang kami dukung bisa menang dalam kontestasi pemilihan Ketua KADIN 2026-2031,” tegasnya.
Ia mengatakan, timnya tetap konsisten dengan perjuangan yang selama ini dilakukan.
“Kami sepakat dan tetap konsisten dengan perjuangan selama ini. Yang penting kita menangkan dulu Ridwan Rusliadi menjadi Ketua. Kami tidak ada komitmen apa pun dengan calon yang kami dukung. Komitmen kami hanya satu, untuk menang,” ujarnya.
Juju yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Kabupaten Bogor menilai MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor kali ini memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan pelaksanaan MUKAB pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, seluruh kandidat memiliki peluang yang relatif terbuka untuk memimpin KADIN Kabupaten Bogor lima tahun ke depan.
“MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor ini berbeda dengan MUKAB tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan MUKAB yang paling alot. Semua calon mempunyai kesempatan dan harapan yang sama untuk menjadi putra terbaik Kabupaten Bogor yang memimpin KADIN ke depan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Belman, Ketua GABPEKSINDO Kabupaten Bogor yang juga menjadi Ketua Tim Pemenangan Ridwan Rusliadi bidang Advokasi dan Hukum.
Belman mengatakan, dirinya bersama anggota tim memiliki tujuan yang sama, yakni memenangkan Ridwan Rusliadi dalam MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor.
“Tujuan saya dan anggota saya sama, hanya satu, bagaimana Ridwan Rusliadi menang. Urusan terkait jabatan belum terpikirkan oleh saya. Toh selama ini saya masih menjadi pengurus KADIN Kabupaten Bogor dan Ketua ALB. Bagi saya, itu belum saya pikirkan. Yang terpenting Ridwan Rusliadi menang dulu,” kata Belman.
Ia juga menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi maupun mendapat janji jabatan dari Ridwan Rusliadi.
“Saya tidak ada kepentingan apa pun dan tidak dijanjikan jabatan apa pun oleh Ridwan Rusliadi. Tujuan kami semua sama, bagaimana calon yang kami dukung menang dan layak memimpin KADIN ke depan untuk masa bakti 2026-2031,” tegasnya.
Belman berharap, apabila Ridwan Rusliadi terpilih, KADIN Kabupaten Bogor dapat berkembang dan menjadi organisasi yang lebih baik ke depannya.
Meski demikian, ia mengajak seluruh kandidat dan tim pemenangan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama pelaksanaan MUKAB IX.
“Semoga harapan kami bisa tercapai. Kita lihat saja nanti pada hari H. Masih ada beberapa hari lagi sebelum pelaksanaan. Mungkin ada langkah-langkah yang kami lakukan agar MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor berjalan lancar dan kondusif,” tuturnya.
Ia pun menegaskan bahwa kontestasi MUKAB IX bukan semata-mata untuk mempertajam persaingan, melainkan menjadi momentum untuk membangun kebersamaan di tubuh KADIN Kabupaten Bogor.
“Di sini kami siap bertanding untuk bersanding, bukan untuk bersaing,” katanya.
Juju berharap seluruh kandidat dan tim pemenangan dapat menjaga suasana tetap aman dan kondusif hingga pelaksanaan MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor.
“Saya berharap semua calon dan tim pemenangan bisa menjaga kondusivitas pada pelaksanaan MUKAB IX kali ini. Saya berharap semua yang terbaik untuk KADIN ke depan. Mari kita laksanakan MUKAB IX KADIN Kabupaten Bogor sebagai ajang pesta demokrasi yang adil, aman dan lancar, serta berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (Aga)






