jurnalbogor.com – Siswa Kelas XI dan XII Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Nurul Ilmi Ciampea Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor mengikuti Multiple Intelligence Test (MIT) yang dilakukan mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) IUQI Bogor, Rabu (13/8/2025).
KKM IUQI berkolaborasi dengan Himmpro Bimbingan dan Konseling Islam, organisasi mahasiswa yang fokus pada pengembangan potensi dan bimbingan keilmuan.
Tujuan & Mekanisme Tes
Multiple Intelligence Test ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence Test) pada setiap siswa, mencakup berbagai aspek seperti linguistik, logika-matematika, visual-spasial, musikal, interpersonal,intrapersonal, kinestetik, dan naturalis.
Tes ini biasa terdiri dari sejumlah pernyataan (biasanya 32 atau lebih), di mana responden memberi nilai sesuai tingkat kesesuaian diri biasanya dari skala 0 hingga 5 atau 0 hingga 4. Hasilnya akan menunjukkan kecerdasan yang paling dominan dengan menjumlahkan skor untuk tiap jenis kecerdasan.
Himmpro BKI ambil peran penting dalam merancang skenario tes, mendampingi pelaksanaan, hingga membantu interpretasi hasil. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan sinergis antara institusi pendidikan dan mahasiswa bidang ilmu keagamaan, memberikan suasana yang edukatif sekaligus menyemangati siswa untuk mengenal potensi diri mereka lebih dalam.
Manfaat untuk Siswa dan Sekolah
Pengembangan Diri: Siswa dapat lebih memahami kecerdasan dominan dalam diri apakah mereka lebih unggul secara linguistik, spasial, interpersonal, dan sebagainya.
Penyesuaian Pembelajaran: Guru dapat menyesuaikan metode pengajaran sesuai gaya belajar dan kecerdasan siswa, menjadikan proses belajar mengajar lebih efektif dan menyenangkan.
Persiapan Karier & Minat
Hasil tes bisa menjadi dasar dalam memilih jurusan atau bidang keahlian di masa depan, mengarahkan siswa ke jalur yang sesuai dengan potensi mereka.
Sinergi Komunitas Pendidikan
Kolaborasi dengan Himmpro BKI memperkuat ikatan antara dunia pendidikan formal dan komunitas akademis-semi formal, menghadirkan pengalaman belajar yang lebih holistik.
(Hasna Tsuroyya Fitria/rls)