Zero PETI Policy dan Regulasi Berkelanjutan

  • Whatsapp
AA ketika di ruang tunggu bandara Susqa Pku, take off 15.00 wib to Jkt

Bismillahir Rahmanir Rahiem
Alhamdulillah, wasyukurillah, event spektakuler Pesta Rakyat Pacu Jaluar Budaya Tradisional Kuantan Singingi (Kuansing) terselenggara dengan baik, sukses, meriah, menghibur dan penuh makna. Begitu banyak dan beragam para pemangku kepentingan (stakeholders) ikut terlibat, para pejabat negeri/negara spt Wapres RI GRR, Gubri, Kapolda, para Bupati se Riau dll, pengusaha-entrepreuner, seniman-budayawan terkenal, turis wisnu dan wisman, serta jutaaan mata Rakyat menonton lk 228 unit Jalur yang berkompetisi, berpacu di sungai Kuantan, tepatnya di Tepian Narosa Taluk Kuantan, terselenggara selama 5 hari pada 20-24 Agustus 2025.

Selamat Pesta Rakyat Pacu Jaluar budaya Tradisional sukses, bermakna dan bermarwah
Aghig air Kuantan pun baghosiah (bersih, jernih), dampak kebijakan dan regulasi Zero PETI Datuak Panglimo Dalam, Dr Suhardiman Amby, Bupati Kuansing yang bijak bestari.

Read More

Harapan kita yang masih waras dan cinta kampuang halaman, semoga kebijakan dan regulasi publik Zero PETI terus berkelanjutan (sustainable regulation and policy), tetap bertahan, berlaku, tidak berhenti, walaupun event Pacu Jaluar sudah berhenti, demi menegakan marwah nagori.

Jika kembali lagi kegiatan illegal PETI marak dan air Batang Kuantan, pun keruh (kotor) lagi dengan adonan pasir-tanah dan air raksa (Hg/Mercuri, zat kimia berbahaya dan beracun), alamak..jika itu terjadi muka pemuka Nagori dan masyarakat adat mau diletakan dimana?.

Jika marak lagi kegiatan penambangan emas illegal (PETI) berarti marwah (harkat dan martabat) Nagori Rantau Kuantan, maaf akan hancur lebur, hilangnya wibawa Bupati Kuansing selaku Kepala Daerah dan Kepala PemKab Kuansing pudar dan sirma. Jika itu sampai terjadi, berarti kinerja Forkompinda Kuansing, terutama Kapolres Kuansing memburuk, dan akan berdampak negatif terhadap Kamtipmas di Rantau Kuansing.

Apabila PETI kambuh dan marak lagi di DAS Kuantan dan DAS Singingi, berarti para penjahat lingkungan PETI berkhianat kepada Kepala Suku Datuak Panglimo Dalam dengan menentang kebijakan dan regulasi Zero PETI.

Jernihnya air Sungai Kuantan, yang membetikan keindahan alam (natural estetic) adalah merupakan prasyarat mutlak berkembangnya industri pariwisata Rantau Kuansing yang berbasis ramah lingkungan, bebas dari pencemaran logam berat dan rusaknya ekosistem alam daerah aliran sungai (DAS) Kuantan, selama ini (2-3 dasa warsa) diganggu oleh marak kegiatan PETI.

Dengan ketegasan pihak Kapolda Riau memberantas PETI di lapangan, warna air sungai Kuantan yang tadi keruh dengan warna air kecoklatan, sekarang air sungai jernih, tampak mulai perlahan-lahan bening, bebas sampah-tanah sedimen yang selama terjadi dampak negatif tambang emas liar/illegal, bernama PETI dengan sistem mapia yang kuat melibatkan oknum aparat penegak hikum (APH).

Kita sebagai warga yang mencintai kehidupan Nagori, sangat berharap kepada pihak Mapolda Riau bersama Mapolres Kuansing membasmi sistem mafia PETI sampai keakar-akarnya untuk melaksanakan kebijakan dan regulasi Zero PETI, sesuai Surat Edaran Bupati Kuansing bisa mencapai tujuan dan tepat sasaran yaitu PETI hilang di DAS Kuantan dan DAS Singingi. Karena kita paham 2 buah DAS ini adalah wadah dan sarana-prasarana pusat sosial-budaya, ekonomi dan ekologi-sumberdaya alam/lingkungan hidup beranekaragaman hayati baik flora dan fauna, sumber kehidupan bersama masyarakat Kuansing Riau.

Sekedar informasi pengetahuan dasar bagi para pembaca budiman bahwa ada 4 fungsi keberadaan DAS Kuantan bagi kelangsungan kehidupan masyarakat tempatan (local community) yaitu 1). DAS merupakan sumber daya alam sebagai bahan baku (raw material) bergeraknya perekonomian rakyat spt perikanan, pariwisata alam dll. 2). DAS merupakan pendukung kehidupan (life supporting system) dalam perspektif ekologis/ekosistem alam spt transportasi, kehidupan aneka ikan, sumber air bersih, mck dll. 3). DAS merupakan sumberdaya assilimiasi, pelarut dan penghancur aneka limba dan sampah, dan 4). DAS merupakan sumberdaya yang memberikan jasa-jasa lingkungan spt keindahan (amenities) alam untuk mendukung industeri wisata alam yang ramah lingkungan (ecotourisme) termasuk industri wisata budaya tradisional Kuansing mutlak membutuhkan lingkungan perairan sumgai yang bersih dan jernih sehingga muncul berbagai keindahan, kenyamanan dan keamanan terbebas dari hama dan sumber penyakit.

Berdasarkan 4 fungsi DAS dapat kita simpulkan bahwa DAS Kuantan dan DAS Singingi berperan penting, vital dan strategis sebagai sumber kehidupan dan kemakmuran bersama Rakyat Kuansing, tanpa kecuali. Dua buah DAS membentang di daerah Rantau Kuansing tersebut adalah milik bersama-masyarakat adat (communal property right) dijaga dan dilestarikan oleh para pemangku Adat, niniak mamak dan para Kepala Suku para Datuak.

Jadi kedua DAS besar tersebut, saya tegaskan bukan milik perseorangan, milik pribadi atau perusahaan (coorporate and private property roght) misalnya pemodal PETI, saya tegaskan tidak. Jika para pemilik modal PETI beroperasi menambang emas di batang Sungai Kuantan, mereka melanggar beberapa Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku di NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mereka yang menjalan PETI tergolong penjahat lingkungan, telah berbuat kriminal dan wajjb dipidanakan, dihukum sesuai sanksi hukum berdasarkan UU NKRI.

Jadi pihak APH Kepolisian RI menangkap pelaku penjahat lingkungan DAS secara profesional, presisi dan penuh tanggung, amankan sejumlah barang bukti spt dompleng, rakit foton dll, diproses di peradilan. PN setempat, bukan membakar barang bukti, itu menghilangkan dan pelaku PETI bebas dan berkeliaran, hal ini merupakan gejala sosial permafiaan tambang emas illegal, pertanda bekerja efisien dan efektif melestarikan PETI di Rantau Kuansing.

Apabila pola dan cara Mapia Tambang itu yang terus terjadi, maka PETI akan marak lagi, air sungai keruh dan tercemar bahan kimia beracun dan berbahaya bagi manusia. Upaya memajukan sektor wisata alam DAS dan wisata budaya Pacu Jalur akan menghadapi berbagai kendala atau hambatan dalam pengembangannya kini.dan ke masa depan.

Adanya wacana, diskusi, fodcast yang digelar oleh para ilmuwan dan pemerhati lingkungan dan senibudaya tradisional warisan leluhur Kuansing itu oleh IKKS Pku, merupakan langkah yang tepat dan cerdas. Memang secara bijak kita tidak mempertentangkan konsep, teori dengan praktek pola budaya dalam keseharian masyarakat.

Praktik dengan teori bersinergi untuk menemukan cara-cara yang terbaik (the best practices) agar berbagai kreatifitas dan inovasi bermunculan untuk pengembangan budaya tradisional Pacu Jaluar yang telah mengakar di tengah-tengah masyarakat dan populer, kini dan masa depan, apalagi Pacu Jalur kini dikenal warga masyarakat global dengan tarian bocah cilik Dhika “Aura Farming”, ditiru oleh para pesohor media sosial para Youtuber kelas dunia, hasilnya Pacu Jalur thn 2025 mendunia.

Alhamdulillah jutaan mata manusia menonton, menyaksikan kompetisi 228 jalur yang berpacu, berlaga di Tepian Narosa, baik langsung memadati tepian Narosa, maupun menonton televisi, layar kaca tayangan kreasi para Youtuber dll.

salam kayuah..tigo tali sapilin, basatu Nagori Kuansing Maju…###
Bukik Gudang Kp Baru Timur Cerenti Kab.Kuansing, Riau
Senin, 25 Agustus 2025.

Wassalam
=====✅✅✅
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad.MSi (ughang Caghonti, Ketua Wanhat IKC Se Jabodetabek, Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pemerhati serta Kritikus Sosial melalui Tulisannya di Media Sosial)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *