Video yang Beredar di Medsos Hoaks

  • Whatsapp
Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

jurnalbogor.com – PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor secara tegas menyangkal kabar yang menyebut terjadi musibah ledakan besar dengan ratusan korban jiwa di wilayah pertambangan emas Pongkor, Kabupaten Bogor. Kabar tersebut menyebar melalui sebuah video di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap dari lubang tambang, disertai narasi adanya ledakan dan korban hingga 700 orang.

General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menegaskan informasi yang beredar adalah tidak benar dan menyesatkan. “Kami menegaskan bahwa berita yang beredar tidak benar. Tidak ada ledakan di area pertambangan Pongkor,” ujarnya pada Rabu (14/1/2026).

Read More

Nilus menjelaskan, insiden yang sebenarnya terjadi adalah kemunculan asap di salah satu level pertambangan pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Menanggapi hal tersebut, manajemen segera mengambil langkah penanganan cepat dengan memprioritaskan keselamatan pekerja.

“Pertama adalah pengevakuasian pekerja-pekerja Antam dan kami telah melaporkannya ke Forkopimda Kabupaten Bogor. Dari pengecekan yang dilakukan secara menyeluruh, tidak ditemukan korban sebagaimana dikabarkan,” jelas Nilus.

Hasil pemeriksaan internal perusahaan memastikan tidak ada korban jiwa. Klaim mengenai 700 orang terjebak di dalam tambang juga dipastikan tidak berdasar. “Berita yang menyebutkan ada 700 orang terjebak itu dipastikan oleh PT Antam tidak ada,” tegasnya.

Hingga saat ini, tim Antam masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber asap. Lokasi titik kejadian belum dapat dimasuki secara langsung karena kondisi udara di dalam tambang dinilai belum aman akibat kadar karbon dioksida yang masih tinggi.

Pihak Antam juga menegaskan, video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah L.600 Ciurug yang terdeteksi pada selasa dinihari, 13 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB, pada salah satu level kerja yang diduga berasal dari terbakarnya kayu stapling/kayu penyangga, Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan konsentrasi gas karbon monoksida (CO) diatas ambang yang dianggap aman sebesar 25 ppm sedangkan. Pada saat kejadian nilai terukur mencapai 1200 ppm, kondisi tersebut sangat yang berbahaya apabila terpapar dalam kondisi tersebut. Hingga saat ini kondisi penanganan pun sedang berlangsung

Sesuai prosedur keselamatan, kondisi ini segera direspons melalui penghentian sementara aktivitas di area terdampak, pengaturan dan penyesuaian sistem ventilasi, serta isolasi area kerja, dengan tujuan utama mencegah paparan terhadap pekerja. Penanganan dilakukan secara terukur dan bertahap hingga kondisi dinyatakan aman.

Penanganan kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam. Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman, dan aktivitas operasional perusahaan tetap berada dalam kendali.

Antam menegaskan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan Dan kebocoran gas berbahaya sebagaimana diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang.

Antam juga meluruskan bahwa tidak ada korban terjebak sebanyak 700 jiwa. Antam meluruskan bahwa hal itu keliru dan mungkin angka tersebut merujuk pada nama salah satu portal yang sudah tidak kami pergunakan untuk kegiatan operasi penambangan dengan nama Portal L.700 Ciurug.

Perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, serta penerapan good mining practice, dan terus berkoordinasi dengan aparat serta para pemangku kepentingan terkait guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Antam berharap masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang. (Ekon/Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *