jurnalbogor.com – Bukan hanya bersumber dana pemerintah, perbaikan serta pembangunan prasarana dunia pendidikan juga dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten.
Ditengah-tengah bonus demografi yang mengakibatkan banyaknya jumlah sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Bogor, namun anggaran pemerintah belum dapat menyentuh seluruh kebutuhan prasana sekolah lah di wilayah Bumi Tegar Beriman, yang menjadi salah satu hak dasar warga negara selain kesehatan dan pangan.
Ketua PMI Kabupaten Bogor, Indra Fermanto mengatakan, pihaknya alokasikan bulan dana PMI untuk mendukung sektor pendidikan di Wilayah Bumi Tegar Beriman.
“Alhamdullilah tahu lalu kami alokasikan anggaran lebih hasil bulan dana PMI untuk pembangunan MCK sekolah dasar di 6 sekolah dasar dan perbaikan plafon ruang kelas yang rusak di Sukajaya, dengan total anggaran sisa lebih dana bulan sebesar Rp200 juta,” ujar Indra kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Ia menambahkan, bahwa mekanisme alokasi bulan dana PMI untuk sektor pendidikan yang dilakukan tahun berjalan itu hasil nominal rupiah yang terkumpul pada tahun sebelumnya.
“Untuk tahun sekarang kami inginkan lebih dari tahun kemarin, nanti dilihat dari postur bulan dana PMI yang berhasil dihimpun Tahun 2025 lalu. Jadi, anak-anak sekolah itu kan sumbang Rp2000 setiap siswa untuk bulan dana PMI, makanya kami kembalikan untuk kemanfaatan dunia pendidikan tersebut,” kata Indra.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Yanto Pradipta mengungkapkan, bahwa pihaknya apresiasi langkah PMI Kabupaten Bogor dalam menunjang kebutuhan prasarana pendidikan.
“Bayangkan kalau ada plafon sekolah rusak karena atap nya bocor, kalau dibiarkan pasti akan semakin rusak parah tetapi kalau nunggu penganggaran harus menunggu. Adanya langkah PMI dalam perbaikan sarana sekolah itu sangat membantu,” papar Yanto. (Ando)






