jurnalbogor.com – PT Antam UBPE Pongkor berupaya meningkatan produktivitas pangan di Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor dengan menggandeng Jejakin dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPDLH) dibawah Kementerian Keuangan RI, serta menggandeng koordinator dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Wilayah 3 Kecamatan Nanggung dan Sukajaya untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat petani.
Penyuluhan berlangsung dimana tempat berkumpulnya para petani, yakni di wilayah Desa Kalongliud dengan sebutan Garitan atau rumah Gerakan Ramah Lingkungan.

Asisten Manajer CSR PT Antam Edi Ayuba menjelaskan, dengan menggandeng pihak Jejakin, penyuluhan menggunakan metode baru yakni diawali proses pembibitan yang lebih unggul yang bisa menghasilkan tanaman padi dalam setahun lima kali panen.
“Melalui penyuluhan, bertujuan dari setahun tiga kali panen, kini diusahakan untuk menghasilkan dalam satu tahunnya lima kali panen padi. Namun itu pun tergantung keadaan irigasinya, yang jelas mengawali melaui metode baru ini setahun panen padi bisa lima kali,” kata Edi Ayuba kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/2/2026).
Satu tahun bisa Iima kali panen, dengan proses pembibitan menggunakan metode budidaya greenhouse. Dengan digelarnya penyuluhan tersebut, para petani selain pembekalan dan bisa meningkatkan kapasitas, juga diharapkan dapat menghasilkan panen padi yang maksimal.
“Oleh karenanya, selama kebermanfaatan bagi masyarakat petani, penyuluhan itu bertujuan agar para petani dapat mengembangkan wilayah desa dengan pertanian,” jelasnya.
Penyuluhan dilakukan terhadap Kelompok Tani Sukamaju, Guna Pangan, Cempaka Pasirbenteng, dan Cempaka Dua Pasir Manggu, menurut salah satu ketua Kelompok Tani Taruna Muda Wahyudin, metode penanam cara baru dengan melibatkan pihak yang kompeten baginya dan masyarakat petani lainnya suatu kebanggaan.
“Bertani cara modern dengan meng-upgrade teknologi, biasanya dari sektor pertanian hubungannya setahun dua kali panen, ini mau mencoba yang menghasilkan tanaman dan bisa dipanen setahun lima kali,” ujar Wahyudin.
(Arip Ekon)






