12 Desa di Caringin Longsor dan Pohon Tumbang, 2 Desa Terisolasi Akibat Jembatan Putus di Cisarua
jurnalbogor.com – Curah hujan tinggi disertai angin kencang beberapa hari terakhir yang melanda Bogor mengakibatkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Di Kabupaten Bogor, 12 desa di Kecamatan Caringin, dilanda longsor dan pohon tumbang, serta jembatan Pasir Ipis di Desa Batulayang, Cisarua, terputus diterjang derasnya air sungai hingga 2 desa terisolasi.
Hujan dan angin yang terjadi sejak Jumat (23/1) hingga Sabtu (24/1), desa-desa yang terdampak di Caringin diantaranya Desa Tangkil, Pasir Muncang, Muarajaya, Caringin, Cimande Hilir, Ciherang Pondok, Ciderum, Cimande, Pancawati, Lemah Duhur, dan beberapa wilayah lainnya.
Salah satu kejadian menonjol terjadi di Kampung Cibeling RT 02 RW 07, Desa Cinagara, di mana tanah longsor disertai pohon tumbang menutup akses jalan warga. Beruntung, dalam seluruh kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Pihak desa yang dibantu BPBD Kabupaten Bogor serta Satpol PP Kecamatan Caringin bergerak cepat melakukan evakuasi. Jalan yang sempat tertutup material longsor kini telah kembali dapat dilintasi pada Sabtu (24/1).
Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Caringin, Andriansyah, mengungkapkan bahwa bencana terjadi merata di hampir seluruh desa sejak Kamis hingga Sabtu akibat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang.
“Semua desa mengalami kejadian berbeda-beda, baik longsor maupun pohon tumbang, sejak Kamis hingga Sabtu,” ujar Andriansyah, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, kejadian paling menonjol terjadi di Desa Cinagara, di mana longsor membawa rumpun bambu hingga menutup badan jalan.
“Yang paling menonjol di Desa Cinagara, tanah longsor membawa rumpun pohon bambu menutup badan jalan. Namun alhamdulillah Satpol PP Kecamatan Caringin, dibantu pihak desa, Linmas, dan BPBD langsung melakukan evakuasi sehingga kondisi kembali normal dan bisa dilintasi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Cinagara, Burhanuddin. Ia membenarkan adanya longsor dan pohon tumbang yang sempat menutup jalan kabupaten di wilayahnya.
“Sabtu pagi di Kampung Cibeling terjadi tanah longsor yang membawa rumpun bambu hingga menutup badan jalan milik Kabupaten Bogor. Alhamdulillah kami bersama Linmas, Satpol PP, dan BPBD segera melakukan evakuasi sehingga jalan kembali dapat dilintasi dengan aman,” ujar Burhanuddin.
Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara akibat diterjang banjir pada Jumat (23/1) malam Sabtu (24/1), jembatan Pasir Ipis di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terputus diterjang derasnya air yang mengalir dari wilayah hulu.
Akibat terputusnya jembatan yang menghubungkan Desa Batulayang dan Desa Tugu Utara mengakibatkan warga dua desa itu tidak bisa melintas. Untuk pergi ke desa Batulayang atau sebaliknya, warga harus mencari jalan lain.
Sumantri, salah seorang warga Tugu Utara mengatakan, pada malam Sabtu itu hujan turun cukup deras. Dari Sungai Pasir Ipis terdengan suara bergemuruh.
“Sangat menakutkan itu aliran sungai bergemuruh yang disertai suara bebatuan yang beradu. Saking derasnya arus air, jembatan Pasir Ipis putus dan hanyut. Beton penyangga jembatan tidak mampu menahan derasnya air. Dan setelah jembatan itu tidak ada, untuk melintas ke Batulayang harus mencari jalan lain, ” tuturnya.
Pascakejadian yang tidak ada korban jiwa ini, Sekda Kabupaten Bogor, juga Muspika Kecamatan Cisarua melakukan peninjauan ke lokasi.
“Ada dua titik longsor yang terjadi kali ini, yaitu di Desa Citeko dan di Batulayang. Untuk penanganannya, kunjungan kami bersama Pak Sekda, juga dari UPT JJ, akan dilakukan penanganan secepatnya, ” tandas Camat Cisarua, Heri Risnandar.
Pengawas dari UPT JJ Ciawi, Yanto, menjelaskan, jembatan Pasir Ipis statusnya jembatan milik Desa Batulayang yang dibangun menggunakan dana bantuan keuangan beberapa tahun lalu.
“Statusnya jembatan milik desa yang dibangun oleh dana bantuan keuangan. Untuk penanganannya, sesuai instruksi pimpinan kita akan berusaha semaksimalnya untuk melakukan penanganan, ” pungkas Yanto. (red)






