jurnalbogor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kehadiran Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, dalam pameran Inacraft Volume 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 7–11 Oktober 2026.
Ria Marlisa mengatakan, kehadirannya dalam ajang tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan industri kriya nasional sekaligus mencari inspirasi dan peluang kolaborasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Inacraft Volume 5 2026 mengusung tema “Technocraft”, yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi, desain, serta inovasi. Konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif saat ini yang dituntut terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
“Kami hadir untuk melihat berbagai inovasi dan perkembangan produk kriya yang ditampilkan dalam Inacraft. Ini menjadi bahan inspirasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk ekonomi kreatif Kabupaten Bogor,” ujar Ria Marlisa.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan para pelaku ekonomi kreatif tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan utama produk daerah.
“Kearifan lokal tetap menjadi kekuatan. Namun, harus dikemas dengan desain, teknologi, dan inovasi sehingga produk yang dihasilkan semakin menarik, memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Pameran Inacraft Volume 5 2026 sendiri menjadi ruang pertemuan bagi pelaku UMKM, perajin, desainer, hingga wirausaha muda untuk memperluas jejaring dan membuka peluang pasar, baik nasional maupun internasional.
Ria menilai, ajang tersebut dapat menjadi referensi penting bagi Kabupaten Bogor dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kompetitif.
“Kami berharap dari kunjungan ini ada inspirasi dan peluang kolaborasi yang bisa kami bawa pulang untuk kemudian dikembangkan bersama para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Bogor,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming juga menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia.
Ria berharap semangat Technocraft dapat diadopsi oleh pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor, sehingga produk lokal tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar nasional hingga internasional.
“Yang terpenting adalah bagaimana produk lokal kita memiliki kualitas, inovasi dan karakter yang kuat. Dengan begitu, produk ekonomi kreatif Kabupaten Bogor bisa semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (Aga)






