jurnalbogor.com – Pemerintah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan Hutan Kota Pakansari, Jumat (hari berkah). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Bogor terkait program pengembangan hutan kota di setiap kecamatan dengan luasan minimal satu hektare.
Camat Cibinong, Acep Sajidin, mengatakan bahwa Kecamatan Cibinong bersyukur dapat merealisasikan program tersebut dengan luasan hutan kota yang mencapai 2,7 hektare.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan penanaman pohon di hutan kota Kecamatan Cibinong. Ini adalah bagian dari program hutan kota di setiap kecamatan. Untuk Cibinong, luasnya mencapai 2,7 hektare dan hari ini kita lakukan perluasan,” ungkap Acep.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 850 pohon ditanam, terdiri dari pohon akasia, jeng-jeng, serta berbagai jenis pohon keras lainnya. Menurut Acep, sebagian area hutan kota sudah ditumbuhi pepohonan besar dan kegiatan ini bertujuan untuk melengkapi agar kawasan tersebut menjadi hutan kota yang utuh.
Pemilihan lokasi di kawasan Pakansari bukan tanpa alasan. Acep menjelaskan bahwa area tersebut telah ditetapkan secara resmi melalui surat keputusan sebagai kawasan hutan kota, namun masih belum sepenuhnya hijau.
“Karena masih ada lahan yang belum tertanami, maka hari ini kita lengkapi supaya menjadi hutan kota yang benar-benar penuh dan optimal,” jelasnya.
Manfaat dari keberadaan hutan kota ini, lanjut Acep, memang belum bisa dirasakan dalam waktu singkat. Namun dalam jangka panjang, kawasan ini diharapkan menjadi paru-paru Kecamatan Cibinong.
“Mungkin satu atau dua bulan ke depan belum terasa, tapi lima sampai sepuluh tahun ke depan ini akan menjadi paru-paru Cibinong. Menjadi sumber oksigen, ruang hijau, bahkan bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata dan ruang bermain masyarakat,” paparnya.
Untuk perawatan, pihak kecamatan akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor serta kelurahan-kelurahan di sekitar lokasi agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.
Selain fungsi ekologis, hutan kota Pakansari juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata masyarakat. Letaknya yang berdampingan dengan Stadion Pakansari dinilai strategis untuk pengembangan wisata edukasi, ruang publik, hingga kawasan kuliner.
“Iya, ini bisa jadi wisata masyarakat. Karena berada di kawasan kota, nanti bisa untuk wisata edukasi, kuliner, dan aktivitas positif lainnya,” tutup Acep. (Aga*)






