jurnalbogor.com – Memastikan seluruh atlet berada dalam kondisi prima menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026, Kontingen Kabupaten Bogor melanjutkan pemeriksaan kesehatan dan medical check-up (MCU) terhadap atlet dari 27 cabang olahraga (cabor) pada hari kedua, Rabu (21/10/2026).
Pemeriksaan yang dipusatkan di ruang VVIP Stadion Pakansari ini menjadi bagian dari persiapan kontingen untuk memastikan kesiapan fisik atlet sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan dan risiko cedera sebelum bertanding.
Pemeriksaan dan MCU ini meliputi catatan media, fisik, kondisi tubuh hingga mendeteksi risiko cidera hingga menentukan kelayakan bertanding.
Pada hari kedua, cabor yang menjalani pemeriksaan kesehatan ini, antara lain angkat besi, balap motor, futsal, dayung, basket dan balap sepeda.
Hadir dalam pemeriksaan hari kedua, wakil ketua II Kontingen Kabupaten Bogor, Arif Rahman.
Ketua Harian Kontingen Kabupaten Bogor, Sugiarto, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya menggandeng tim medis dari Rumah Sakit Sentra Medika.
“Pemeriksaan kesehatan dan MCU ini dipusatkan di ruang VVIP Stadion Pakansari, selama empat hari, 20 sampai 23 Oktober,” kata pria yang akrab disapa Otray ini.
Menurut Otray, data yang tercatat, ada 67 cabor dengan jumlah atlet sebanyak 954 orang wajib menjalani pemeriksaan kesehatan.
Hal ini dilakukan untik memastikan seluruh atlet yang akan bertanding di Porprov Jabar XV/2026 berada dalam kondisi fisik yang prima.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan ini sebagai langkah deteksi dini terhadap gangguan kesehatan.
“Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesiapan atlet sebelum bertanding,” imbuh Otray.
Sementara, Wakil Ketua II Kontingen Kabupaten Bogor, Arif Rahman, menyampaikan, pemeriksaan kesehatan dan MCU ini sangat penting untuk memastikan kesiapan atlet.
Menurut Arif, setiap atlet wajib menjalani tahapan ini agar pihaknya tahu, apakah ada gangguan kesehatan yang berpotensi atlet gagal bertanding.
“Tahapan ini wajib dilakukan oleh seluruh atlet,” imbuh Arif yang juga Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor ini. (Aga)






