jurnalbogor.com — Silaturahmi bersama Forum Ormas Islam (FOI) Kabupaten Bogor menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, persatuan, dan sinergi antara organisasi kepemudaan dengan para tokoh serta organisasi Islam di Kabupaten Bogor. Dalam pertemuan tersebut, dukungan terhadap Fahreza Anwar untuk maju sebagai calon Ketua KNPI Kabupaten Bogor menjadi bagian dari upaya mendorong kepemimpinan pemuda yang mampu membangun kolaborasi lintas organisasi.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua Forum Ormas Islam Kabupaten Bogor, H. Ahmad Yani, serta dihadiri sejumlah kiai, tokoh agama, ketua dan perwakilan organisasi Islam, di antaranya Persatuan Ummat Islam (PUI), Al-Washliyah, Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar, Forum Pondok Pesantren (FPP), IKADI, Wahdah Islamiyah, dan Sarekat Islam.
Kehadiran berbagai unsur organisasi Islam tersebut mencerminkan pentingnya menjaga ukhuwah, memperkuat komunikasi, serta membangun kesepahaman dalam mendorong kemajuan masyarakat. Dukungan terhadap Fahreza Anwar diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepemimpinan KNPI Kabupaten Bogor yang inklusif, kolaboratif, dan mampu merangkul seluruh elemen pemuda.
Sebagai Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bogor, Fahreza Anwar dinilai memiliki ruang untuk memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama dalam membangun gerakan pemuda yang produktif serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Fahreza Anwar: KNPI Harus Menjadi Rumah Besar Seluruh Pemuda
Dalam keterangannya, Fahreza Anwar menyampaikan bahwa silaturahmi dengan Forum Ormas Islam bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat persatuan demi kemajuan pemuda Kabupaten Bogor.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dan berdialog bersama para kiai, tokoh agama, serta keluarga besar Forum Ormas Islam Kabupaten Bogor. Bagi saya, pertemuan ini menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan, menyerap pandangan, dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun masa depan pemuda Kabupaten Bogor,” ujar Fahreza.
Ia menegaskan bahwa KNPI harus mampu menjadi rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan, tanpa membedakan latar belakang organisasi, golongan, maupun pandangan.
“KNPI bukan milik satu kelompok atau satu organisasi tertentu. KNPI adalah rumah besar seluruh pemuda. Karena itu, kepemimpinan KNPI ke depan harus mampu merangkul, mendengar, dan mengakomodasi gagasan seluruh elemen pemuda. Kita membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya hadir dalam forum-forum seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Fahreza juga menilai bahwa kolaborasi antara pemuda dan organisasi Islam memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan di Kabupaten Bogor, terutama dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kapasitas generasi muda.
“Pemuda membutuhkan arahan, keteladanan, dan ruang untuk berkembang. Di sinilah pentingnya membangun komunikasi dengan para kiai, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Kami ingin gerakan pemuda tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh melalui kolaborasi dan semangat gotong royong,” tambahnya.
Membangun Kepemimpinan Pemuda yang Inklusif dan Berkemajuan
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mempererat hubungan antara Forum Ormas Islam dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Bogor. Sinergi lintas organisasi menjadi modal penting untuk menghadirkan gerakan pemuda yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Fahreza Anwar berharap, dinamika menuju pemilihan Ketua KNPI Kabupaten Bogor dapat berlangsung dengan mengedepankan semangat persaudaraan, gagasan, serta komitmen untuk memajukan seluruh elemen pemuda.
“Kontestasi dalam organisasi adalah bagian dari proses demokrasi. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan memastikan bahwa KNPI tetap menjadi wadah perjuangan bersama. Jika diberikan amanah, kepemimpinan harus dijalankan dengan semangat pengabdian, keterbukaan, dan keberpihakan kepada kepentingan pemuda,” tutupnya.
Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin kuat antara tokoh agama, organisasi Islam, dan kalangan pemuda sehingga mampu melahirkan gagasan serta program kolaboratif demi terwujudnya Kabupaten Bogor yang lebih maju, harmonis, dan berkemajuan. (Aga*)






