jurnalbogor.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP ke-53 yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPC PPP, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/01/26).
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin mengatakan peringatan harlah ini menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang PPP yang telah melalui berbagai dinamika dan tantangan selama 53 tahun, khususnya di Kabupaten Bogor.
“Hari ini kita memperingati dan mensyukuri apa yang telah dilalui selama 53 tahun. Partai Persatuan Pembangunan sudah melewati berbagai rintangan dan Alhamdulillah khususnya di Kabupaten Bogor kita masih eksis serta memiliki nilai jual yang baik,” ujar Elly.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus harapan agar semangat kebersamaan dan eksistensi PPP tidak hanya terjaga di Kabupaten Bogor, tetapi juga di seluruh daerah, khususnya di Jawa Barat hingga tingkat pusat.
Elly juga menjelaskan, ke depan PPP Kabupaten Bogor akan memfokuskan strategi politik pada regenerasi kader, terutama dari kalangan milenial dan Generasi Z. Menurutnya, pemilih pada pemilu mendatang akan didominasi oleh kelompok usia muda.
“Progres kedepan, hak pilih akan lebih banyak dipegang oleh kaum milenial dan Gen Z. Karena itu, kami mulai mengedepankan upaya merekrut anak-anak muda usia 17 hingga 25 tahun untuk diberikan pelatihan dan pembinaan. Mereka nantinya diharapkan menjadi estafet kepemimpinan para pendahulu,” jelasnya.
Elly mengakui, proses merekrut kader muda untuk PPP bukanlah hal yang mudah. Selama ini, kata Elly, kaderisasi kerap berasal dari garis keturunan keluarga, seperti anak atau cucu kader lama. Sementara bagi pemuda yang benar-benar baru terjun ke dunia politik, minatnya masih relatif rendah.
“Jujur saja, kami cukup kesulitan merekrut kader muda. Untuk PPP, mencari kader muda yang benar-benar baru masuk politik itu agak susah,” ungkapnya.
Meski begitu, DPC PPP Kabupaten Bogor optimistis melalui pembentukan Madrasah Kader Partai, minat generasi muda mulai tumbuh. Proses pendaftaran dilakukan secara terbuka dan disebarkan secara daring, sehingga siapa pun yang berminat dapat mendaftar tanpa paksaan.
“Dengan adanya Madrasah Kader Partai, Alhamdulillah sedikit demi sedikit mulai berdatangan. Undangannya disebar secara online, jadi yang berminat silakan mendaftar. Ini salah satu upaya kami untuk melakukan perubahan,” terangnya.
Menurut Elly, perubahan tersebut menjadi keharusan karena PPP tidak bisa lagi hanya mengandalkan pemilih tradisional.
Kedepan, lanjut Elly, dominasi pemilih milenial dan Gen Z menuntut partai untuk beradaptasi dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda.
Terkait target politik, Elly menyebutkan bahwa PPP Kabupaten Bogor menargetkan perolehan delapan kursi DPRD pada pemilu mendatang. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk menambah jumlah kursi menjadi sembilan.
“Target kami delapan kursi. Alhamdulillah kalau bisa sembilan, meskipun itu agak berat. Tapi kami tetap berikhtiar. Mudah-mudahan minimal bisa bertahan dan maksimal bisa bertambah,” pungkasnya. (Aga*)






