jurnalbogor.com – Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor menggelar Latihan Bareng di Jalur Lingkar Salak Kecamatan Cijeruk, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini juga sekaligus mempersiapkan event lomba Lari “Bogorun 2026” yang akan dilaksanakan pada pada Mei mendatang.
Acara yang diikuti oleh Camat Cijeruk, Kepala Desa Cipelang, Komunitas lari dari Jakarta dan Bogor, serta warga Kecamatan Cijeruk ini juga diupayakan untuk memperkenalkan jalur lari serta meningkatkan pariwisata.
Ketua Kormi Kabupaten Bogor Rike Iskandar mengatakan, lari pagi ini untuk menyambut Bogorun 2026 yang akan diselenggarakan di Sentul pada bulan Mei mendatang.
“Kegiatan ini Road To Bogorun jadi kita adakan latihan lari di desa Cipelang, kenapa desa Cipelang karena udaranya sejuk, pemandanganya indah, maka dari itu kita adakan di desa Cipelang ini,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Akew ini juga menambahkan bahwa selain lari pagi menulusuri jalan Lingkar Salak para peserta Bogorun diajak untuk memperkenalkan objek wisata di Kecamatan Cijeruk, khususnya Desa Cipelang.
“Komunitas lari yang ikut lari pagi ini adalah komunitas yang banyak folowernya, mereka akan mempromosikan keindahan Desa Cipelang yang berada di kaki gunung Salak baik di IG, Tiktok, maupun di aplikasi X atau media sosial lainya,” ucapnya.
Ia berharap dengan ada promosi dari peserta lari pagi lingkar gunung Salak ini banyak para wisatawan akan datang berkunjung, dan akan meningkatkan pendapatan warganya.
“Apa bila sudah terkenal dan banyak kunjungan wisatawan maka tentunya akan meningkatkan perekonomian warga desa Cipelang, umumnya kecamatan Cijeruk,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Cijeruk, M. Sobar Mansoer mengatakan bahwa jalan Lingkar Salak kini sudah memiliki jalan yang mulus sebab ada donatur yang telah membangun jalan sepanjang 3 kilometer, sehingga akses jalan menuju berbagai tempat pariwisata kini dapat diakses dengan mudah, baik oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4.
“Sesuai perkataan bupati Bogor kemajuan Kabupaten Bogor harus di laksanakan bersama-sama dengan cara bergotong royong, maka dari itu jalur lingkar ini menjadi mulus berkat adanya bantuan dari donatur, dan kini bisa dilalui dengan mudah oleh para wisatawan yang akan menikmati indahnya panorama Gunung Salak,” paparnya. (Aga*)






